spot_imgspot_img
BerandaeskaFlashMasih Tunggu Audit BPK, Realisasi APBD Kepri 2024 Capai 92,62 Persen

Masih Tunggu Audit BPK, Realisasi APBD Kepri 2024 Capai 92,62 Persen

Tanjungpinang (eska) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2024 mencapai 92,62 persen dari target yang ditetapkan.

Meski menunjukkan tren positif, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat tentatif karena masih dalam proses audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Informasi terkait realisasi APBD 2024 masih bersifat tentatif karena masih dalam tahap audit oleh BPK,” ujar Ansar saat menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) dalam Rapat Paripurna DPRD Kepri, Kamis (27/3/2025).

Dalam paripurna itu Ansar menjelaskan, dari total anggaran pendapatan sebesar Rp 4,275 triliun, realisasi pendapatan daerah tercatat Rp 3,959 triliun.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi salah satu yang mendekati target, mencapai Rp 1,981 triliun atau 98,08 persen dari yang ditetapkan. Namun, pendapatan dari Dana Perimbangan masih tertinggal, hanya terealisasi 87,84 persen dari target Rp 2,250 triliun.

Di sisi pengeluaran, belanja daerah mencapai Rp 4,071 triliun atau 92,24 persen dari total anggaran Rp 4,414 triliun. Komponen belanja terbesar berasal dari belanja operasional yang mencapai Rp 2,987 triliun, disusul belanja modal Rp 307,344 miliar.

Namun, belanja tidak terduga hanya terealisasi Rp 2,065 miliar atau 43,27 persen dari target Rp 4,773 miliar.

Sementara itu, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2024, dari 368 indikator yang ditetapkan, sebanyak 327 masuk kategori “Sangat Tinggi”. Namun, masih ada dua indikator yang masuk kategori “Rendah”, menandakan tantangan dalam beberapa sektor pembangunan.

“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama antara eksekutif, legislatif, dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemprov Kepri,” tandasnya.(Zul)

Baca Juga:  Hasil Evaluasi Mendagri, APBD P Kepri Berkurang Rp 300 Miliar
RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments

error: Copyright © seputarkita.co