spot_imgspot_img
BerandaeskaFlashMasih Ada 40 Pulau di Kepri yang Belum Menikmati Listrik 24 Jam

Masih Ada 40 Pulau di Kepri yang Belum Menikmati Listrik 24 Jam

Tanjungpinang (eska) – Meski tingkat elektrifikasi di Kepulauan Riau (Kepri) terus meningkat, masih ada tantangan besar dalam pemerataan akses listrik, terutama bagi masyarakat di pulau-pulau kecil.

Hingga Februari 2025, masih terdapat 40 pulau yang hanya menikmati listrik selama 14 jam sehari, dan satu desa di Kabupaten Lingga yang belum terjangkau listrik PLN.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menegaskan komitmennya untuk mempercepat pemerataan akses listrik di seluruh wilayah, mengingat pentingnya listrik bagi perekonomian, pendidikan, dan layanan kesehatan.

“Khususnya bagi masyarakat yang tinggal di pulau-pulau, akses listrik sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya kepada seputarkita.co, kemarin.

Saat ini, lanjutnya, Pemprov Kepri bekerja sama dengan PLN untuk menjalankan program Kepri Terang, yang bertujuan agar lebih banyak pulau dapat menikmati listrik PLN.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Batam, M. Irwansyah Putra, melaporkan bahwa realisasi desa berlistrik PLN di Kepri sudah mencapai 99,76 persen. Namun, Desa Lalang di Kabupaten Lingga masih menjadi satu-satunya desa yang belum tersambung listrik PLN.

“Desa tersebut sudah masuk dalam roadmap desa berlistrik tahun 2025 bersama 418 desa lainnya,” jelasnya.

Dari total 298 pulau berpenghuni di Kepri, baru 162 pulau yang menikmati listrik PLN, sementara 136 lainnya masih bergantung pada listrik dari pemerintah daerah dan swadaya masyarakat.

PLN menargetkan elektrifikasi 63 pulau dalam tahap awal hingga 2027, dengan tambahan 40 pulau di tahun berikutnya.

Kepala Dinas ESDM Kepri, Darwin, mengungkapkan bahwa PLN kini mulai menggunakan energi baru terbarukan melalui pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebagai solusi elektrifikasi di pulau-pulau terpencil.

“Tahun ini ada 10 pulau yang mendapatkan PLTS komunal, dan pada 2026 nanti akan bertambah menjadi 24 pulau,” ujarnya.

Baca Juga:  Gubernur Ansar Wacanakan akan Tambah TPP Pegawai Pemprov Kepri

Selain itu, bagi pulau dengan penduduk kurang dari 15 kepala keluarga, pemerintah akan menerapkan program SuperSun, yaitu sistem listrik tenaga surya berbasis baterai besar yang dapat digunakan secara mandiri.

Darwin menyebut, saat ini, masih ada 40 pulau di Kepri yang hanya mendapatkan listrik selama 14 jam sehari. Dari jumlah itu, 11 pulau merupakan ibu kota kecamatan yang menjadi prioritas untuk mendapatkan listrik 24 jam penuh.

“Pemprov Kepri menargetkan agar pada 2027, semua wilayah di Kepri dapat menikmati listrik secara merata tanpa kendala waktu operasional,” pungkasnya.(Zul)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments

error: Copyright © seputarkita.co