Tanjungpinang (eska) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) menerima angin segar di awal 2025 dengan tambahan anggaran sebesar Rp53 miliar.
Dana tersebut berasal dari efisiensi yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepri selama penyelenggaraan Pilkada Serentak 2024.
Ketua KPU Kepri, Indrawan Susilo Prabowoadi, menyerahkan langsung dana hibah yang dikembalikan tersebut kepada Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, di Gedung Daerah, Kota Tanjungpinang, Jumat (21/3/2025).
Indrawan mengungkapkan bahwa efisiensi anggaran dilakukan pada berbagai aspek, mulai dari pengadaan alat peraga kampanye (APK), pelaksanaan debat kandidat, hingga pengurangan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS).
“Kami awalnya memperkirakan Pilgub Kepri akan diikuti enam pasangan calon, sehingga APK disiapkan untuk jumlah tersebut. Namun, hanya dua pasangan yang bertarung, sehingga ada APK yang tidak digunakan,” jelasnya.
Selain itu, efisiensi juga terjadi pada pelaksanaan debat kandidat. Dari rencana awal tiga kali debat, akhirnya hanya satu kali debat yang digelar atas kesepakatan seluruh pasangan calon.
Pengurangan jumlah TPS juga berkontribusi terhadap penghematan anggaran. Dari proyeksi awal 4.654 TPS, akhirnya hanya 3.327 TPS yang digunakan, mengurangi kebutuhan logistik serta jumlah petugas KPPS.
Gubernur Ansar Ahmad mengapresiasi langkah efisiensi yang dilakukan oleh KPU Kepri.
“Ini adalah bukti bahwa penggunaan anggaran dapat dilakukan secara bijak tanpa mengorbankan kualitas demokrasi. Pilkada tetap berlangsung dengan baik dan transparan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ansar menegaskan bahwa dana Rp53 miliar yang dikembalikan tersebut akan dicatat dalam Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) untuk kemudian dimanfaatkan untuk program pembangunan daerah.
“Dana ini akan digunakan untuk proyek-proyek strategis yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat Kepri,” sebutnya.(Zul)
Recent Comments